Author Pov Kabar baik itu tak pernah datang. Air mata Aira tak berhenti sejak Dean pergi ke rumah sakit. Dirinya juga tak bisa memejamkan mata untuk tidur. Hingga kemudian satu panggilan dari Dean pukul tiga dini hari dijawab Aira dengan tangan gemetar. "Ibu nyusul bapak." Satu kalimat itu membuat Aira luruh ke lantai. Diiringi tangis yang menyesakkan. Suara tangis memilukan Aliyah samar terdengar di sambungan telepon Dean yang masih terhubung. Membuat dadanya begitu sakit. Berbagai bayangan kebersamaan dengan ibu berlarian di kepalanya. Kemarin ibu masih sehat saat mengobrol dengannya. Mereka bahkan masih tertawa bersama menemani Irisa yang berenang. Momen itu menjadi kali terakhir Aira melihat senyum di wajah ibu. ... Aira tidak suka suasana senyap yang begitu terasa di tengah pa

