Author Pov Flashback Dean masih menghisap sebatang rokok setelah selesai breakfast. Sehabis ini dia akan langsung ke bandara untuk pulang. Ransel biru tua berisi pakaiannya selama di Bali tergeletak di kursi samping. Sejak semalam kepalanya pening. Dia ingin menegak alkohol namun tak bisa karena habis ini ada flight. Kemarahan masih bercokol dalam dirinya saat tahu siapa wanita itu sebenarnya. Juga maksudnya beberapa hari ini mengekorinya. Sialan! Bagaimana bisa dia bodoh membiarkan seorang wanita menipunya habis-habisan. Jadi sejak pertama kali pertemuan mereka itu sudah dirancang. Dean ingin mengumpat habis-habisan di depan wanita itu. Tapi percuma, dia malas ribut. Apalagi dengan seorang wanita. Lagipula dirinya juga tidak keluar banyak uang seperti apa yang disebut teman-teman wan

