14. Menjadi Keluarga

1409 Kata

Author Pov Butuh beberapa saat untuk Aira menormalkan penglihatannya setelah bangun tidur. Dirinya merapatkan selimut begitu hawa dingin terasa. Aroma kayu-kayuan menguar di ruangan yang jelas bukan kamarnya. Saat menoleh Aira mendapati Dean yang shirtless masih tidur. Aira mendekat ke sang suami. "Udah jam tujuh," bisiknya pelan yang ditanggapi Dean dengan gumaman. Tangan Aira menyibak rambut tebal Dean yang berantakan menutupi dahi. Mengetuk pelan hidungnya yang mancung. "Kamu nggak ke kantor? nanti kesiangan," ujar Aira. Dean membuka kelopak matanya pelan. Alih-alih bangun justru kembali melanjutkan tidur begitu mendapati wajah Aira begitu dekat dengannya. Jari-jari Aira turun ke lengan sang suami, pada tato tulisan romawi di lengan kanannya. Dean hanya memiliki satu tato tersebut,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN