Aku tidak keberatan.

1692 Kata

Chana menarik Axel keluar ruangan dengan kesal. Axel mengikuti patuh, tak mengeluarkan protes dan hanya menatap putih yang menyelimuti tangannya. Terasa hangat dan itu terlihat bagus di matanya. Hal ini membuatnya tersenyum puas. Wanitanya sedang menggenggam tangannya. Untuk pertama kalinya meski membutuhkan alasan untuk lebih dulu menyentuhnya. Dan pikiran licik mulai muncul secara acak. Dia ingin membuat wanita ini bergantung padanya. Hanya padanya. "Dengar, berhenti menggangguku dan jangan muncul di hidup-" Chana berbalik, tak melanjutkan kata-katanya saat melihat senyum di wajah Axel yang terlihat aneh di matanya. Mengamati lebih jauh, dia mengikuti arah pandang Axel yang jatuh pada tangan mereka berdua. Tidak, dia saat ini jelas menggenggam tangan Axel. "Ah," ujar Chana sangat pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN