Tamparan

937 Kata

Tamparan "Aku menikahinya demi Mama. Karena sekarang Mama sudah tidak ada. Maka ... kamu boleh pergi sekarang, Ina. saya sudah tak membutuhkanmu lagi." Degh! Tubuh Ina seketika membeku mendengar penuturan Sean barusan. Khususnya kalimat terakhir, yang sukses membuat hatinya hancur lebur seketika. Padahal, Ina tahu itu benar adanya. Tetapi, kenapa rasanya sesakit ini ya, saat mendengarnya langsung? "Apa maksud Kakak?" Bukan Ina yang membalas ucapan Sean, tapi Rara yang ikut merasa terkejut dan seakan bisa merasakan luka Ina yang tidak bisa di sampaikan gadis itu. "Ya ... Maksud saya, karena kini Mama sudah tidak ada. Maka saya sudah tidak membutuhkannya dan akan segera menalak--" Plak! Belum sempat Sean menyelesaikan ucapannya. Sebuah tamparan keras sudah melayang ke arah wajahnya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN