Harapan yang Hilang "Non? Kenapa atuh tadi gak mau ikut Den Sean? Padahal kan niat si Aden baik, ingin Si Non mengenal teman-teman kantornya Aden." Ina hanya bisa menghela napas diam-diam. Saat tanya itu meluncur dari mulut Mbok Darmi. Benar kata wanita paruh baya itu. Ina memang menolak ajakan Sean tadi, dengan alasan harus minum obat dan takut mengantuk disana. Tidak sepenuhnya bohong, tapi bukan juga alasan sebenarnya. Karena apa? Karena yang sebenarnya Ina pikirkan tadi saat Sean mengajaknya adalah … Buat apa? Buat apa Sean harus repot-repot mengenalkannya pada semua orang, jika pada akhirnya akan meninggalkannya juga? Percuma, iya kan? Lagi pula, buat apa juga Sean mengenalkannya pada teman-temannya? Apa yang pria itu inginkan? Ingin dikenal sebagai pria tukang kawin? Atau, in

