Teguran Berharga

1183 Kata

Teguran Berharga"Bunda! Sini!" Ina hanya tersenyum manis. Lalu mengibaskan tangannya ke kanan dan ke kiri beberapa kali. Tanda menolak ajakan Kean. "Kalian aja," sahut Ina, masih dengan senyuman lembutnya. Kean terlihat kecewa sebentar, tapi selanjutnya pria kecil itu sudah tampak riang kembali, dan melanjutkan permainannya dengan sang ayah. Sebenarnya, Ina bukannya tidak mau bermain bersama Kean, anak sambungnya yang sangat menggemaskan itu. Hanya saja, Ina tidak ingin mengganggu momen bahagia Sean dan Kean. Memang, sih, Sean tidak ada melarangnya bermain dengan Kean. Pria itu hanya diam, diam, dan diam. Namun, justru bagi Ina kediaman Sean itu membuatnya ketar ketir. Sebab Ina tidak tahu, apa yang dia lakukan itu di mata Sean benar atau tidak? Takutnya salah, yee kan? Nanti kalau s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN