Serangan Terakhir"Ya ... Mau gimana lagi? Dari dulu sampai sekarang, semua barang yang ada disini kan milik Mama Sulis dan Audy. Tidak ada jejak Ina sama sekali, bahkan ... fotonya saja tidak ada satu pun. Padahal, harusnya dia memiliki tempat, meski hanya sedikit di rumah ini, karena dia sekarang Nyonya besar di rumah ini." Antara lega dan kesal, tangan Sean pun mengepal kuat di sisi tubuhnya tanpa dia sadari. Karena di sisi lain, dia merasa tertohok dengan ucapan Ken barusan. Kemarin Kairo, sekarang Ken. Dua kembar ini ternyata sangat berbakat dalam menyerang mental seseorang. Kata-kata yang mereka ucapkan selalu tepat sasaran, dan sukses menamparnya berkali-kali. "Maksud Anda apa? Kenapa seenaknya bicara seperti itu, padahal Anda sendiri tidak tinggal disini?"Sean masih membela diri.

