Bulan menyisir rambutnya, lalu menguncirnya ekor kuda, dipolesnya tipis lipstik baru hadiah dari Xander pada bibirnya. "Lipstik mahal kalau dipake kok kayak berat yaa, bibir gue ga bisa mingkem," gumamnya depan cermin, sambil memonyongkan bibirnya. Senyumnya begitu manis dengan bibir pink menggoda. Bulan menghembus nafas kasar, merasa bosan terkungkung di apartemen mewah tanpa bisa bergaul dengan siapapun. Terkadang ingin rasanya kampung saja. Kini Bulan tengah merapikan rok plisket tiga perempatnya, model kekinian yang dibelikan juga oleh Xander, saat asik bercermin, pintu kamarnya terdengar diketuk. "Pasti Xander," gumamnya. Lalu menggendong Angkasa yang juga sudah rapi dengan baju lucu bewarna coklat dengan model telinga kelinci di kepalanya. Bulan membuka pintu kamar dan benar Xan

