Anton terduduk di sofa dengan menunduk, begitu juga Safira istrinya. Kedua orangtua Anton kecewa dengan sikap Anton selama ini yang telah menyembunyikan keberadaan cucu mereka. "Jadi siapa nama anakmu?" tanya Mama Anton ketus, menatap tajam wajah anak dan menantunya. Anton menggeleng tidak tahu. "Ya Allah, Anton!" pekik Mamanya sambil menggelengkan kepalanya. "Jangan bilang kalau kamu juga tidak tahu jenis kelaminnya?" tanya Mama Anton mencoba menahan emosinya. "Laki-laki, Ma," jawab Anton lemah. "Alhamdulillah," ucap Papa dan Mama Anton bersamaan. "Mama tidak mau tahu, cepat susul cucu Mama!" bentak wanita paruh baya itu, sambil menunjuk arah pintu rumahnya. "Jangan pernah kembali ke rumah ini jika kamu tidak membawa cucu kami," lanjutnya lagi. "Tapi, Ma. Saya tidak tahu Bulan di

