"Jadi Mak sudah jadi janda beneran nih Sep?" tanya Bulan lesu menatap surat putusan pengadilan agama yang menyatakan bahwa Bulan dan Anton telah resmi bercerai. Usep mengangguk lemah, merasa kasihan dengan emaknya. Mak Bulan kini menangis sesegukan, sungguh di ujung hatinya ia masih mencintai suaminya, maksudnya mantan suaminya, apalagi sekarang ada Angkasa bersamanya, wajah Angkasa juga duplikat dari pak Anton. Semakin sulit bagi Bulan untuk melupakan Pak Anton. Bulan pasrah akan nasibnya sekarang, janda dua kali sungguh membuat dirinya semakin dilanda krisis percaya diri, usia yang tak lagi muda, tanpa penghasilan, punya seorang bayi pula yang harus dicukupi kebutuhannya. Bulan tak sanggup memikirkan seperti apa hidupnya kelak. "Mak masuk dulu ya Sep, lu makan aja di dapur, Mak udah m

