Emangnya kita mau ngapain sampai enggak boleh diganggu?

593 Kata
"Kita sebenarnya mau ke mana, Pak?" tanyaku saat Pak Doni—Supirnya Pak Kastara— mengendarai mobil ini memasuki jalan tol. Pak Kastara Melirik ke arah bagian belakang dan tentunya aku mengikuti arah mata itu. Di bagian belakang sudah ada dua tas besar dan juga ada koper kecil. "Banyak banget yang dibawa, kita mau ke mana sih, Pak?" tanyaku semakin penasaran. "Ke Bogor." Jauh banget. Aku kira dia ingin mengajakku ke mal untuk kembali bermain bowling atau ice skating, tetapi teenyata tidak. Mainnya sekarang sudah lebih jauh ya. "Ngapain?" tanyaku lagi. "Kemah," dia menggenggam tanganku, "saya mau mau kemah sama kamu. Suntukkan dengan urusan kantor?" aku mengangguk cepat. Suntuk, tapi masa refreshing-nya jauh banget. Hm, kayanya seru juga sih. Kapan lagi ya kan kemah bareng sama pacar. Lagi-lagi Pak Kastara menjadi yang pertama untuk mengajakku berkemah. Aku semangat sekali. Jadi enggak sabar. "Sore ini langsung pulang kan, Pak? Soalnya besok pagi ada jadwal meeting sama Pak Rifki." Tiba-tiba genggaman tangan Pak Kastara merenggang. "Jangan ngomongin kerjaan dulu. Kita kemahnya sampai besok. Besok siang baru pulang." Waduh, menginap. Aku enggak ada persiapan apa-apa. Di tasku hanya ada ponsel, dompet, dan lip cream. Aku enggak bawa baju ataupun selimut. Di Bogor kan udaranya dingin, kalau aku masuk angin gimana. "Kenapa wajahnya begitu?" ucapnya yang sepertinya mengamati perubahan raut wajahku, "Pak Rifki tadi menghubungi saya kalau pertemuan kami diundur. Jangan khawatirkan masalah kantor." Aku menggeleng cepat. "Terus kenapa?" "Aku takut kedinginan, Bapak." Pak Kastara seketika terdiam sambil berkedip beberapa kali. "Aku enggak bawa baju tebal. Enggak bawa salimut juga. Apalagi nanti kemah kan udaranya pasti dingin, ditambah lagi kita kemah di Bogor. Di gunungnya, Pak?" Pak Kastara mengangguk, "tuh kan, di gunung. Pasti makin dingin." "Gia," sebelah tangannya bergerak untuk menyentuh pipiku, "bawel ya kalau panik." Dih, aku enggak panik. Aku cuma takut aja. Dia enggak paham nih. Pak Kastara menujuk dua tas dan satu koper di bagian belakang. "Itu sudah saya siapkan. Pakaian kamu. Makanan kamu. Perlengkapan tidur untukmu. Pokoknya semua kebutuhan kamu udah saya siapkan." Jujur, terharu. Dia niat banget mau ngajak aku kemah. "Kita kemahnya berdua, Pak?" Pak Kastara menggeleng lalu matanya beralih menatap Pak Doni. "Sama Pak Doni," Pak Kastara mendekatkan bibirnya ke telingaku, seraya berbisik, "tapi nanti, setelah mengantar kita. Saya akan menyuruh Pak Doni untuk berkeliling Bogor, suruh dia refreshing sendiri. Biar enggak ganggu kita. Nanti malamnya baru saya suruh untuk ke wilayah kemah." Pria ini, pintar banget. Kastara Abian Putra gitu loh, satu-satunya keturunan yang mengambil alih perusahaan ayahnya ya harus pintar. "Emangnya kita mau ngapain sampai enggak boleh diganggu?" Dia berdecak sebal lalu mencubit pipiku pelan. "Lihat nanti aja." Aku terdiam sambil tersenyum. Jadi semakin enggak sabar. Cerita ini sudah tersedia versi lengkap di k********a! Bagi yang ingin baca cepat, bisa diakses di sana ya, Luv! Terdiri dari: - Full e-book Mr. Controller and Me (54 Part ; 181 Halaman) - Bagian Tambahan versi podcast/audio [Eksklusif di k********a] Hanya dengan Rp29.000 kalian bisa akses semuanya tanpa menunggu Cara belinya: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ E-book _ Mr. Controller and Me _ TheDarkNight_) 3. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. 4. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN