Pagi itu Varsya berusaha mengikuti serangkaian acara penutupan yang mengantarkan rombongan kerajaan ke perbatasan desa. Kebetulan, deman adiknya sudah turun dan tertidur nyenyak setelah sarapan. Mengenakan pakaian terbaiknya, Varsya berlari ke kerumunan. Rombongan tersebut sudah mengenakan pakaian resmi mereka. Sudah pula berada di atas kuda untuk bersiap berangkat. "Aku kira kau tidak akan ikut juga?" tanya Riana yang menyenggol lengannya. "Kebetulan deman adikku sudah turun, dan dia sedang beristirahat." Riana lantas memindai penampilan Varsya. "Kau terlihat berbeda." "Apakah aku terlihat aneh?" Varsya mendadak merasa malu. Namun, sahabatnya itu menggeleng meyakinkan. "Kau terlihat cantik." Mereka kembali melihat ke arah rombongan. Varsya berjingjit, berusaha mencari sosok tampa

