Aku terbangun dari tidurku dan menangis sesenggukan sembari memegang dadaku ketika mengingat apa yang terjadi padaku dan Dary. Aku teringat apa yang dikatakan oleh Dary padaku. Dadaku terasa sangat sesak. “Nona... Nona..” “Alegria... Apa terasa sangat sakit?” tanya Erick khawatir. Aku tak sadar ketika disekelilingku sudah dipenuhi oleh orang-orang. Aku menatap ke arah mereka malu. Dan aku melihat Dary ada disana menatapku khawatir. Aku langsung bangun dari tempat tidurku. Dan memeluk Dary erat. Aku menangis dipelukannya. Dary, bagaimana bisa kamu melakukan hal seperti itu padaku. “Kakak kenapa?” kakak baik-baik saja?” tanya Dary khawatir. Aku melepaskan pelukanku dan tersenyum padanya. “Terimakasih. Terimakasih telah lahir didunia ini.” kataku. Wajah Dary memerah. Aku memeluknya

