Para pelayan melayaniku dengan penuh hormat. Menurutku pelayanan ini lebih baik daripada di kediamanku sendiri. Sementara Viorel mengobati telapak tanganku yang terluka. Aku meringis sementara para pelayan itu, menatapku dan Viorel dengan mata yang aneh. Mereka berbinar dan memuji adegan romantis kami. Astaga... Sepertinya, sebentar lagi akan ada rumor baru. Viorel mengucapkan selamat malam padaku. Setelah itu, aku langsung istirahat. Aku tertidur lelap. Keesokannya sudah ada pelayan yang membantuku cuci muka dan baju. Mereka memberikanku baju ganti. Gaun itu bewarna hitam. Dengan hiasan permata bewarna Ungu. Para pelayan itu menghias rambutku dan yang lain merias wajahku. Setelah itu, aku bangun. Dan diluar sudah ada Viorel yang menungguku. Viorel mencium punggung tanganku. “Say

