BAB 86

1210 Kata

Alegria pov... Seperti dugaanku, Blaze mampu menang dengan mudah. Bahkan laki-laki itu mempermalukan Emir dengan sangat parah. Aku menoleh ke arah Shopia. Putri itu menggenggam tangannya kuat seolah menahan amarahnya. Wajahnya megeras dingin. Aku memandangnya tenang. Apakah ini tatapan dingin yang terkenal itu. Selesai pertandingan Blaze, aku langsung pamit untuk pulang. Tapi ayahku mencegahku dan memintaku makan bersama. Aku tersenyum dan menolaknya lembut. Kapan-kapan aku akan makan bersamanya. Karena malam ini Blaze akan datang ke kediamanku. Sampai dikediamanku aku langsung berbaring dan menyentuh perutku. Alarick yang menemaniku disampingku langsung menyentuhnya menyembuhkan luka yang ada dibalik gaunku. “Kamu terlalu memaksakan diri.” ujarnya sedih. “Aku baik-baik saja.” jaw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN