BAB 5

1084 Kata
Alegria menatap kesekitarnya. Suasana sangat gelap dan banyak barang-barang berantakan. Alegria berjalan maju. Ia melihat seseorang yang terduduk. Ia tak dapat melihat wajahnya. Tapi dari penampilannya. Ia mirip seperti seorang ksatria. Alegria mencoba mendekat. Tapi ia tak bisa mendekat. Tiba-tiba ada asap yang mengepul lalu muncullah seorang wanita. Ia terlihat tidak asing. Pakaian hitamnya terlihat sangat seksi dan ia punya kulit seputih s**u. “Aroma ini... Untuk seribu tahun. Ini aroma terenak yang pernah kucium.” katanya. “Jadi manusia, kenapa kau memanggilku?” “Aku tidak memanggilmu!” katanya tegas. “Apa?? Itu tidak mungkin!! Mana mungkin aku kesini sendiri hanya karena mencium jiwamu!” sangkalnya. “Jadi.. Katakan apa keinginanmu?” “Memangnya kau siapa?” “Aku... Claudia! Succubus! Kau tidak bisa melihat wajah cantikku?” Alegria berusaha mendekat. Tapi seolah ada pembatas yang tidak terlihat. Ia tidak bisa mendekat. Ia mengetuk-ngetuk pembatas itu!! “Kau bisa mengabulkannya?” tanya laki-laki itu. “Tentu saja. Asal jiwamu menjadi milikku!!” jawabnya. “Kalau begitu, jelaskan padaku. Kenapa ini terjadi? Kenapa banyak darah yang tumpah? Kenapa Dominique hancur? Kenapa dunia ini juga hancur?? Rasanya aku ingin menebas dan menembak semua yang ada.” katanya. Succubus itu lalu menjetikan sebuah jari. Ia lalu menunjukan pemandangan yang tak asing bagi Alegria. Laki-laki itu menonton video itu dengan tenang. “Alegria?” “Karena perempuan ini mati, dunia jadi berantakan!” “Kenapa begitu?” “Penyesalan mungkin!” Jawab iblis itu sembari melayang. Ia memeluk laki-laki itu. “Jadi, apa yang kau mau?” “Hidupkan Alegria kembali.” Alegria berusaha memecahkan pembatas tak terlihat itu. “Itu sulit, 49 hari manusia mati maka dia sudah melewati perbatasan dan menuju akhirat. Mahkluk bawah sepertiku tidak bisa mengambil jiwa yang sudah diakhirat. Perjanjian lama melarang kami mendekatinya.” “Lalu bagaimana dengan manusia yang pergi ke Neraka bersama Iblis?” “Itu jiwa tersesat. Hanya orang-orang yang membuat perjanjian dengan kami, yang dijadikan tumbal, yang akan langsung menuju Neraka.” jelasnya. “Bagaimana dengan memutar waktu? Putarlah waktu hanya sampai Alegria masih hidup.” Pintanya. “Kau yakin? Kau tau kan resikonya?? Sekali membuat perjanjian denganku, maka kontraktor tidak akan pernah terlepas. Ketika usiamu sampai dihari dimana kau membuat perjanjian denganku maka tanda kutukan akan muncul. Dan kau, akan merasa terbakar setiap hari sampai kau mati. Bahkan kuil suci pun akan melarang kau untuk memasukinya. Kau yakin akan kuat menahannya?” “Iya.” “Kontraktor memiliki jiwa khusus, sayang jika aku menolakmu. Iblis lain pasti akan mengejarmu.” “Aku pernah dengar hanya ada 2 mahkluk yang bisa memutar waktu. Apa kau salah satunya?” “Iya. Raja iblis memberiku kuasa untuk memutar waktu. Sebagai gantinya aku hanya bisa memakan jiwa khusus sepertimu.” Jawabnya. “Kalau begitu, hidupkan dia. Aku akan membuat kontrak denganmu!” “Itu masih akan tetap sulit, jika jiwanya sudah bereingkarnasi.” ****❤**** Alegria terbangun, mimpi apa tadi?? Kenapa rasanya sangat nyata?? Ia melihat jam di dindingnya. Masih jam satu pagi. Alegria bangun. Ia membuka pintu yang mengarah ke balkon kamarnya. Udaranya pagi ini terasa sangat dingin. Ia menatap keluar. Pemandangan dari jendela kamarnya terasa sangat indah. Ia mendongak ke atas, Langit malam di penuhi bintang. Sangat indah. Alegria berdiri disana. Ia tidak tau berapa lama ia berdiri sampai ada seseorang yang membuka pintu kamarnya. Alegria langsung berbalik dan melihat orang tersebut. Axel. “Kenapa kesini malam-malam?” tanya Alegria tenang. Ekspresinya terasa sangat dingin. Seperti biasanya. “Aku yang seharusnya tanya kenapa belum tidur?” tanya Axel. “Apa urusannya denganmu? Kurasa ini tidak menganggumu. Jadi tolong keluar.” pinta Alegria. Alegria mengacak rambutnya. Aneh, ia terasa lelah hanya karena melihat Axel. Dan ia ingat betul bahwa Axel tidak suka kepadanya. Lalu kenapa saat ini Axel malah datang ke kamarnya. Ah pasti itu, Axel ingin mengajaknya bertengkar. Axel memang membencinya sampai suka sekali mengganggunya. “Ini masih dini hari. Jadi tolong jangan mengajakku bertengkar.” kata Alegria lagi. “Aku bukannya mengajakmu bertengkar tapi, Aku hanya penasaran kenapa belum tidur?” “Aku mimpi buruk! Puas?” “Kalau begitu mau jalan-jalan?” Alegria menaikan satu alisnya. Jalan-jalan? Ia tak ingat dalam bagian novel Axel mengajaknya jalan-jalan. “Apa yang kau rencanakan?” tanya Alegria. Axel terlihat bingung. Alegria mendesah. Ia lalu menerima ajakan Axel untuk jalan-jalan. Sepanjang perjalanan Axel bertanya tentang apa yang dilakukan oleh Alegria dan Dary. Ia penasaran karena tadi ia melihat Dary terlihat sangat bahagia. Alegria menjawab sekedarnya. Karena cuaca malam semakin dingin Alegria meminta kembali. Axel menurutinya. Mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Adegan berjalannya Alegria dan Axel sempat diketahui beberapa pelayan dirumah itu. Mereka pun membicarakannya. Karena memang sebelumnya Alegria dan Axel tak pernah akur. Mereka berdua sering sekali bertengkar. Jangan kan jalan berdua seperti tadi pagi. Berbicara secara baik-baik saja mereka tidak pernah. Axel da Alegria hanya akan bersikap baik jika ada media yang meliput berita tersebut. Pagi ini mereka makan bersama. Kecuali Alegria. Ia tidak ikut makan. Itu memang sudah seperti kebiasaan Alegria. Ia tidak pernah ikut sarapan bersama meskipun ayahnya ada dirumah. Alegria hanya akan makan bersama jika ada ayahnya dan itu hanya terjadi malam hari. Alegria tersenyum kepada Deon yang membawakanya makan. Ia lalu memakannya. Deon menungguinya tenang. Alegria menawarkan beberapa makanannya, tapi Deon menolaknya. “Apa makanan pagi ini cocok dengan lidah Ria?” “Huumb, aku suka.” Deon tersenyum. “Syukurlah, saya senang. Ini pertama kalinya saya lihat Ria menikmati makanan Ria.” katanya penuh syukur. Jade Vine tersenyum mendengarnya. Tentu saja ia menikmatinya. Makanannya memang benar-benar sangat enak. Rasanya Jade Vine ingin sekali bangun dari tempat tidurnya dan memuji orang yang memasaknya langsung. Jika ini Alegria asli, Alegria hanya akan menatapnya malas dan memakannya beberapa suap untuk menjaga bentuk badannya atau bahkan tidak menyentuhnya sama sekali karena takut makanan didalamnya terkandung racun. Tapi tentu saja. Tidak akan ada yang berani menaruh racun dimakanan Alegria. Alegria dan Dary digadang-gadang akan bersaing mewariwisi Dominique. Karena hanya mereka berdua yang memiliki rambut hitam dan mata biru Erick Dominique. Mungkin karena itu, Alegria dibenci oleh keluarga ibu tirinya. Terutama Ervin kakak pertamanya. Kakak pertamanya sangat iri dengan rambut hitam dan mata biru Alegria. Setiap melihatnya, Ervin ingin sekali memotong rambut hitam Alegria dan membutakannya. Ia ingin memiliki rambut dan mata Alegria. Tapi sayang sekali hal tersebut tidak mungkin. “Saya akan menyuruh koki untuk memasakan ini lagi.” Kata Deon. “Apa aku harus memberikan pujian untuknya karena telah membuatmu sesenang ini?” Tanya Alegria. “Saya yakin, koki tersebut pasti akan senang mendengarnya.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN