Alegria membuka matanya perlahan. Kepalanya pusing, perutnya juga sakit. Ketika ia berusaha bangun, tiba-tiba ada yang sudah memeluknya dengan tangisan yang keras. Alegria membiarkannya. “Kakak,” isak Dary. “Dary,” “Kenapa kakak kembali dengan keadaan seperti ini?” tanya Dary dengan menangis. “Air.” “Oh iya. Dary lupa.” Setelah mengatakan itu, Dary mengambilkan minum dan membantu Alegria minum. Tak lupa ia juga berteriak memanggil Dokter untuk memeriksa kakaknya. Dary memberikan perintah untuk membuatkan makan untuk Alegria. Ia juga mengirim surat ke Istana, agar setelah pertandingan Viorel kembali ke kediaman Dominique. Sekeluarnya Dokter, dan pelayan datang, Dary lalu menyuapi Alegria agar kakaknya itu juga makan. Alegria tidak ingat apa yang terjadi sehingga ia bisa bera

