Karena perkataan Alarick. Aku yang sempat melupakan Ervin mengingatnya kembali dan aku pun menjadi sedih kembali. Terlebih ketika surat undangan pesta pengenalan Deby sebagai putri angkat Shapers di bagikan. Aku tak punya semangat hidup. Axel mendatangiku. “Kau masih menangisi si bodoh Ervin itu?” Telingaku gatal mendengarnya. Ervin bodoh katanya?? Yang bodoh kan dia sendiri. Aku langsung teringat kenangan masa kecilku. Gara-gara Axel, Ervin membenciku dan membuatku tak berhubungan baik dengan Ervin lagi. “Tinggalkan aku!” kataku. “Hei bodoh!!” “Kakak,” Aku menoleh dan melihat Dary. Dary membawakanku kue coklat. “Ria jangan menangis lagi.” hiburnya. Aku tersenyum melihatnya. Dary langsung memelukku. Aku membalas pelukannya. Hangat. Bagaimana bisa anak sekecil ini mengorbank

