Chapter 44

1629 Kata

 PLAKKK! Sebuah tamparan melayang di pipi kiri Ali. Tentu saja rasanya sangat menyakitkan. Ali hanya bisa menggigit bibirnya menahan rasa sakit itu. Ini pertama kalinya ia digampar oleh seorang kepala sekolah, yang selama ini selalu baik padanya, sering memujinya, dan membanggakannya. Kini, mulai hari ini, dan hari berikutnya, mungkin tidak akan ada lagi hal baik yang orang itu katakan lagi padanya, sepertinya akan begitu. Terlihat dari mimik wajah lelaki berpeci hitam itu, yang usianya sekitar lima puluh tahun ke atas. Dia tampak marah besar, juga sangat terlihat kecewa. Ruangannya yang tadinya hening, sekarang penuh dengan luapan emosinya. Nafas lelaki paruh baya itu ngos-ngosan. Dia benar-benar sangat marah pada Ali. "Bapak kecewa sama kamu!" ucap lelaki itu dengan nada tinggi se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN