Chapter 38

897 Kata

Sebentar lagi jam pelajaran akan segera dimulai. Musa yang baru saja sampai di sekolah kini tengah berjalan menuju ke kelasnya. Berjalan dengan gaya khasnya, tampil cool. Penuh dengan semangat dan melihat sekeliling sambil membenarkan posisi rambutnya. Tiba-tiba langkah Musa terhenti ketika dia tak sengaja melihat Aisyah melintasinya dalam keadaan berlari sambil menangis. Tentu saja dia heran. Dia jadi terdiam sebentar dan mencoba untuk memahami situasi yang baru saja terjadi. "Aisyah," ucapnya. "Dia kenapa?" tanyanya kebingungan. "Tunggu Syah!" Musa pun berlari mengejar Aisyah. Dia tak melanjutkan langkahnya menuju ke kelas. Dia lebih memilih mengikuti Aisyah yang sepertinya cewek itu ingin menuju ke halaman belakang. Urusan Aisyah menjadi hal utama bagi Musa. Jadi dia tak perlu pikir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN