Chapter 22

978 Kata

Lima menit tubuh Aisyah dalam pelukan Musa. Musa sampai merasakan detakan jantung Aisyah begitu kuat. Semakin lama semakin kencang. Kemudian Musa tersenyum, karena dia yakin jantung Aisyah begitu sebab Aisyah masih mencintainya. Aisyah yang masih dalam dekapan Musa tidak bisa berkata-kata. Ia hanya diam mematung. Ia saat ini tak tahu harus berbuat apa. Ia cuma mencoba untuk tenang agar detakan jantungnya bisa kembali normal. Ia tak tahu kenapa jantungnya begitu menggebu-gebu. Ia jadi takut, jantungnya seperti itu karena ia masih menyimpan perasaan pada Musa. "Mus, lepaskan aku," pinta Aisyah. Ia merasa sudah terlalu lama Musa memeluknya. Ia juga tak ingin nanti orang-orang melihatnya yang sedang dipeluk laki-laki. Apalagi ia memakai jilbab, bisa-bisa orang-orang salah sangka padanya. Mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN