ATDK BAB 25

952 Kata

AUTHOR POV  "Maaf" Ujar Sinta menundukan kepalanya dalam  Tiba-tiba Ramdan berhenti memijit kaki Sinta  "Sudah, ini nanti juga sembuh. Kamu mau makan ?"  Sinta mendongkak dan tampak cengo atas perkataan Ramdan.  "Kamu belum boleh berjalan, istirahat saja dulu. Tapi kamu belum makan jadi saya tanya, kamu mau makan ? Biar saya ambilkan." Sinta masih tak bergeming, menatap Ramdan dengan mata yang berkedip berkali-kali  "Atau mau saya gendong lagi ke bawah ?" Tanya Ramdan dengan wajah polosnya  "Eh, engga kamu aja makan. Aku bisa nanti." Akhirnya Sinta menjawab  "Kamu juga harus makan Sinta." Ucap Ramdan terjeda "Saya ambilkan." Lanjutnya  Entah mengapa namun Sinta merasa benar-benar aneh dengan sikap Ramdan, ia merasa takut namun merasa terlindungi dalam waktu yang bersamaan. Entahla

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN