ATDK BAB 31

999 Kata

Adzan subuh berkumandang, Ramdan terbangun dari tidurnya.  Hal pertama yang ia lihat adalah wajah sang istri yang berada tepat dihadapan dagunya.  Ramdan menunduk, menatap wajah cantik sang istri. Ia bisa sedikit bernafas saat rencananya untuk Sinta kembali berjalan normal.  Perlahan namun pasti ia akan menjalankan rencana awalnya untuk Sinta, perempuan dimasa SMA dahulu.  Tangan Ramdan terangkat untuk merapikan surai rambut Sinta yang menutupi wajahnya, ia selipkan rambut itu ke belakang telinga Sinta.  Sinta terusik, perlahan ia membuka matanya. Namun sepertinya Sinta belum sepenuhnya sadar, terbukti ketika Ramdan dengan sengaja menyentuh pipinya, Singa malah tersenyum begitu manis.  "Sinta bangun, mari kita solat."  Sinta mengangguk, namun malah menggeliat kemudian menutup kembal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN