Di taman Istana Monitum pagi itu, Ea yang berjalan di area taman melihat keadaan tidak seperti biasanya, dimana para pengawal dan pelayan sibuk mondar-mandir dengan beberapa tugas yang mereka miliki. Memang benar Monitum hari ini sangat sibuk, berbeda dengan hari-hari biasanya. “Selamat pagi Pangeran Ea!” Setiap pelayan yang melewati dirinya pun menyapanya dan menundukkan wajahnya. Ea hanya bisa membalas sapaan dan sikap hormat mereka dengan menyunggingkan senyuman miliknya dan menjawab, “Pagi” pada mereka. Tidak ada yang bisa ia lakukan lagi selain itu. Langkah kecil Ea, membawanya menghintari hampir seluruh penjuru taman Istana Monitum yang terbilang luas itu. Bukan tanpa alasan Ea menghintari seluruh penjuru taman, itu semua ia lakukan karena dirinya belum pernah melihat hal seperti

