Sagiso berdiri dengan tegap di depan pintu Istananya, ia terkejut ketika seorang pelayan tiba-tiba mengetuk pintu kamarnya dengan kencang dan melaporkan bahwa ada suatu hal yang sangat mendesak. Sang Raja pun turun dari ranjangnya dan membuka pintu tersebut, ternyata menurut laporan pelayan itu, Raja Adam tengah berada di pos perbatasan Kerajaan, dan di temukan dengan keadaan seluruh baju yang basah serta wajah yang memucat. Mendengar informasi tersebut, Sagiso pun memerintahakan agar mereka segera membawa sang Raja dari Kerajaan Achantus Negri Valerian itu ke dalam Istananya. Dan saat ini, Sagiso tengah menunggu kedatangan Raja muda itu. Kedua mata Sagiso terus memperhatikan laju kereta kuda yang semakin lama semakin menghampirinya. Ia segera turun dari tangga halaman Istananya untu

