‘M-mustahil! Bagaimana bisa ia hidup kembali?!’ Haris terkejut ketika memperhatikan Aruba yang benar-benar sadar dari kematiannya, bahkan kematian yang menurut beberapa orang sangat mengerikan itu. Ea yang melihat hal tersebut segera berjalan menghampiri Jiwoo dan Aruba lebuh dekat, “Izinkan saya memeriksa keadaannya.” Izin Ea pada Jiwoo. Raja itu mengangguk setuju dan mereka semua pun akhirnya berjalan keluar dari kamar tersebut, meninggalkan Ea dan Aruba yang terbaring lemah. Memberikan ruang pada Ea untuk memeriksa keadaan Aruba tanpa adanya tekanan ataupun gangguan yang mungkin saja terjadi dari siapapun di antara mereka. “P-pangeran, anda tidak perlu memeriksa saya. Karena saya memiliki sembilan nyawa, Pangeran Hhehe...” Aruba berbisik pada sang pangeran dan masih sempat-sempatny

