Bagian 50

1623 Kata

Ray memandang dalam rumah Ara lagi. Bena, dia lagi dan lagi kembali ke rumah tersebut, seperti bernostalgia dengan masa lalu. Embusan napas berat keluar dari hidungnya. Dia berjalan menuju ke dapur. Dapur tersebut masih sama, seperti terakhir kali ia melihat Ara memasak untuknya. Kemudian Ray berjalan menuju ke kamar biasa ia tempati. Terkunci, tentu saja. Dia berjalan sedikit ke sebelah dan membuka pintu kamar wanita itu, tidak terkunci sama sekali. Ray menatap kamar yang dominan seperti wanita itu. Dia menuju ke meja rias tempat biasa Ara berdandan. Sekali lagi ia terkekeh mengingat wanita tersebut yang jarang sekali berdandan dan selalu tampil minim make up. Dan mata Ray terpaku kepada benda yang teronggol begitu saja di salah satu sudut meja rias di sana, pososinya hampir terjatuh.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN