Ara baru saja akan keluar dari kantor, namun dia dicegat oleh sosok Nino yang sudah siap dengan jaket kulit miliknya. Pria itu menampilkan senyum manisnya pada Ara. Wanita ini terlihat mengernyit bingung. “Hari ini apa boleh aku mengantarmu?” tanya Nino terang-terangan. “Aku sudah dijemput,” kata Ara menyudahi. Terlihat raut wajah Nino yang sedikit kecewa. “Kamu dijemput temanmu Ray itu?” tanya pria ini yang diangguki oleh Ara. “Aku sering melihatmu bersamanya. Kalian terlihat sangat dekat. Oh iya, di mana dia bekerja?” tanyanya lebih lanjut. Ara terdiam, mencoba mencari jawaban yang tepat. “Kami dekat karena kami memang berteman sejak lama. Dia bekerja tak jauh dari kantor kita,” jawab Ara setenang mungkin. Hal itu ternyata dipercayai oleh Nino. “Baiklah. Ayo, aku akan mengantarm

