Bagian 36

1667 Kata

Ara menghirup udara di sana dengan dalam. Bima yang berada di sebelah wanita itu tampak menahan tawanya. Ara pun menjadi salah tingkah karena mempermalukan dirinya dan bertingkah seperti anak kecil di depan pria itu. “A-apa?” protes Ara kala itu yang tak bisa menyembunyikan kegugupannya. Bima menggeleng, pria itu menghadap ke depan dengan wajah menengadah sedikit ke atas, dan tak ketinggalan dia menutup kedua matanya. Mereka berada di tempat yang Bima maksud. Ini adalah sebuah bukit dengan view hijau di sekitarnya. Mereka datang di saat yang tepat, ketika sepinya pengunjung. Maklum, ini bukanlah hari weekend, jadi orang-orang masih sibuk bekerja. “Di sini nyaman dan sepi. Bagus untuk merilekskan tubuh,” ujar Bima yang disetujui oleh Ara. Kedua orang itu duduk di rerumput. Ara segera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN