Selama semalaman Andreas tidak bisa tidur karena terus memikirkan kunci untuk membuka kotak pemberian mendiang ibunya itu. Ia baru bisa bicara dengan Ratu Annetha nanti setelah sarapan berakhir. Sepertinya ia akan pergi ke kamar Elisa juga untuk memeriksa beberapa hal di kamar itu. Dirinya berharap dapat menemukan petunjuk mengenai kunci itu. Sarapan kali ini dihadiri oleh seluruh keluarga istana. Elisa dan Emily memiliki agenda kelas protokol seperti biasa. Hanya saja sepertinya beberapa orang yang berada di meja makan, menyadari raut wajah Andreas. Lelaki itu seperti sedang memiliki masalah besar saja. "Aku akan pergi ke Madinas selama beberapa hari. Selama itu Ratu Annetha akan berada di istana. Jadi kepada Andreas dan Anthony, kalian bertanggung jawab membantu Ratu untuk segala tugas

