Keadaan Andreas sudah benar-benar pulih ketika keesokan harinya. Lelaki itu langsung mengajak Elisa untuk pergi ke tempat yang memang sudah diinginkannya sejak lama. Kemarin Andreas benar-benar tidak diperbolehkan pergi kemana pun agar lelaki itu tetap beristirahat agar lekas membaik. Setelah merasa bosan karena hanya berada di kamar saja, akhirnya kini Andreas bisa beraktivitas seperti biasa. Lelaki itu membawa buket mawar putih. Sepanjang perjalanan di mobil, keduanya hanya diam saja. Elisa merasa berdebar kali ini. Meski seharusnya ia bersikap biasa saja, entah mengapa Elisa justru merasa gelisah. Ia menatap Andreas yang tengah duduk tenang di sebelahnya. Lelaki itu menggenggam buket mawar putih. Pandangannya nampak sayu karena ia baru saja sembuh dari sakit. Akan tetapi melebihi itu,

