Andreas tidak tahu harus bereaksi seperti apa setelah membaca surat itu. Ia sangat yakin bahwa memang ibunya yang menulis surat itu karena tulisan tangannya sama percis seperti yang Andreas kenali sebagai tulisan tangan ibunya. Ia menghela napasnya kemudian melipat surat tersebut dan memasukkannya kembali ke dalam amplop. Pandangannya menuju pada amplop yang ditujukan kepada ayahnya. Meski Andreas merasa penasaran akan isi surat untuk ayahnya, ia memilih untuk tidak membuka itu. Dirinya kemudian keluar dari kamarnya. John yang menanti di luar kamar Andreas pun membungkukkan badannya. “Tolong berikahan ini kepada Raja, John.” John menatap amplop yang disodorkan oleh Andreas. “Apa Pangeran tidak kembali ke rumah sakit?” “Tidak dulu. Berikan aku waktu sebentar.” “Apa yang terjadi, Pange

