Di ruang tamu rumah besar itu, Pak Adrian terlihat sibuk dengan ponselnya. Wajahnya tampak gelisah seperti remaja yang sedang menunggu pesan balasan dari gebetannya. Sudah dua hari ini ia mencoba mencari informasi tentang keadaan putrinya, Winona, lewat mertua putrinya, namun tidak ada informasi kontak yang bisa dihubungi. Pak Adrian juga sudah berusaha untuk menghubungi kenalan kenalan yang berada di daerah tersebut untuk mencari informasi kontak yang bisa dihubungi. Mencari alternatif untuk menghubungi Winona dengan nomor baru, tetap tidak membuahkan hasil. Setidaknya, ia ingin bertukar kabar dengan besannya, namun informasi kontak mereka tak kunjung juga didapat. Pak Adrian sendiri sudah berusaha untuk menghubungi kakak-kakaknya, namun mereka juga enggan untuk mengatakan apapun te

