Bab 41. Semangkuk Mie Ayam

1486 Kata

Bab 41 Suara kendaraan yang datang silih berganti di depan rumah keluarga Abimanyu kini sudah menjadi hal biasa. Truk kecil, mobil box, hingga kurir ekspedisi setiap harinya berhenti sebentar untuk menjemput pesanan snack dan berbagai macam olahan keripik buatan rumah produksi Winona. Gudang belakang rumah kini tampak jauh lebih ramai dari biasanya. Aroma pisang goreng dan umbi-umbian yang sedang digoreng memenuhi udara, bercampur dengan suara tawa para ibu-ibu yang sibuk di dapur produksi. Di bagian depan, para remaja desa membantu menimbang, menempel label, dan mengemas pesanan dengan cekatan. "Mbak Winona, pesanan dari Jakarta sudah siap. Tinggal kirim sore ini kata Bang Radit," seru Antika sambil mengangkat dus besar, secara bersamaan. Meskipun masih berada di sekolah dasar, Antik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN