Matahari baru menampakkan sinarnya di balik perbukitan. Udara terasa segar, diselimuti kabut tipis yang masih menggantung di atas pepohonan. Winona sudah bersiap dengan terusan berwarna kuning dengan rambut digerai. Tas kecil ia selempangkan, sementara Abimanyu memeriksa berkas-berkas catatan kecil di tangannya. Mereka hendak pergi ke kota kabupaten untuk membeli perlengkapan penjualan snack. Rencana itu disetujui Bapak dan Bu Lastri semalam. Winona tampak semangat meski di dalam dadanya ada perasaan berdebar antara senang dan gugup. "Sudah siap, Nona?" tanya Abimanyu sambil menatapnya dengan senyum tipis. "Sudah, Mas," jawab Winona, membenarkan posisi tasnya. "Kita berangkat sekarang?" "Iya. Pak Eka sudah menunggu di depan." Pak Eka, suami Bu Neneng, dikenal sebagai salah satu dar

