Bab 26. Fitnah Yang Menyebar

1084 Kata

Angin berembus lembut menembus celah-celah dinding rumah. Udara dingin menyusup ke dalam, membuat suasana di rumah itu terasa lebih hening dari biasanya. Namun, ketenangan malam itu tidak bisa menutupi gejolak yang sedang melanda keluarga kecil tersebut. Kabar tentang hilangnya satu karung beras dari rumah Bu Lastri sudah menyebar cepat ke seluruh kampung. Seolah-olah desa kecil itu menjadi tempat di mana setiap gosip tumbuh lebih cepat daripada rumput setelah hujan. Bu Jumi dan Bu Asih, dua tetangga yang paling gemar membicarakan urusan orang lain, kini punya bahan baru untuk dibicarakan sambil menjemur pakaian di halaman. "Katanya yang hilang itu beras lima puluh kilo, lho, Bu," ujar Bu Jumi dengan mata berbinar penasaran. "Iya, iya. Aku juga dengar," sahut Bu Asih, dengan suara yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN