Bab 57. Kehilangan

1305 Kata

Suasana sore di rumah keluarga Abimanyu begitu tenang. Angin berhembus lembut, membawa aroma tanah basah dari sawah yang baru disiram hujan semalam. Winona sedang duduk santai di kursi bambu depan rumah, mengenakan daster longgar warna biru muda. Usia kandungannya sudah memasuki empat bulan. Ia tampak bahagia, meski terkadang wajahnya pucat dan mudah lelah. Bu Lastri tengah menyiangi sayur di dapur, sementara Pak Arman bersiap hendak pergi ke sawah menengok Abimanyu yang sejak pagi belum pulang. Di sisi lain halaman, Rara baru saja pulang dari rumah Nina. Wajahnya penuh kesal, seperti menyimpan bara yang siap meledak kapan saja. Begitu melihat Winona duduk santai sambil menikmati segelas air kelapa muda, Rara mendengus keras. "Enak sekali hidup kamu, Non. Cuma duduk manis, makan, tidur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN