Bab 34 Pagi itu suasana di desa begitu cerah. Burung-burung berkicau di pepohonan, dan sinar matahari menembus dedaunan, membuat embun di ujung rumput berkilau seperti butiran mutiara. Di halaman rumah keluarga Abimanyu, terdengar suara mesin mobil pick up yang baru saja dinyalakan. Mobil itu kini menjadi alat transportasi tidak hanya mengantarkan berdus-dus Snack tapi juga untuk mengantar pesanan padi yang sudah digiling ke para pelanggan. Namun, di sudut jalan dekat warung Bu Ani, dua wanita tampak asyik berbicara sambil sesekali menengok ke arah rumah Pak Arman. Mereka adalah Bu Jumi dan Bu Asih, dua tetangga yang memang dikenal hobi bergosip lebih cepat dari angin berembus. "Eh, si Winona itu kok semakin banyak barang-barang mahal yang dibeli. Kemarin aku dengar-dengar mereka baru b

