*** Melupakan masa lalu itu bukan perkara mudah. Orang lain bisa saja menganggapnya sederhana, cukup berjalan maju dan semua akan selesai. Namun Beverlyn tahu betul kenyataannya tidak semudah yang dipikirkan orang-orang itu. Ia sangat paham, sebab lelaki yang kini dipanggilnya suami masih begitu terpikat pada masa lalu. Lelaki itu masih menoleh ke belakang, seolah ada sesuatu yang enggan ia lepaskan disana. Dan Beverlyn, dengan segala kesadarannya, memang tidak pernah menuntut lelaki itu untuk benar-benar melupakan masa lalunya. Beverlyn belum cukup memiliki kepercayaan diri untuk meminta hal itu pada suaminya. Sejak awal, hubungannya dengan lelaki itu hanya berjalan apa adanya. Beverlyn sadar dirinya hidup tanpa banyak pilihan. Ia tidak punya ruang untuk menolak, bahkan nyaris tidak pu

