BAB 49

929 Kata

Ini adalah pagi pertama Raya sebagai istri Zio. Ah, Raya sangat senang sekali. Saat bangun tidur, ia menemukan Zio tengah memeluknya erat. Sepanjang malam, Raya dapat mencium aroma tubuh Zio yang membuatnya tenang dan nyaman. Perempuan itu, tanpa berniat untuk bangun, mendekat kearah Zio dan memeluknya, menenggelamkan wajahnya di d**a bidang Zio sambil menghirup aroma tubuh pria itu sedalam-dalamnya. "Jam berapa ini, Sayang?" Suara serak khas bangun tidur milik Zio terdengar, membuat bulu kuduknya meremang karena embusan napas Zio menerpa lehernya. Pria itu membalas pelukan Raya lalu mengelus rambut hitam gadis itu. "Jam enam," ucap Raya. "Kakak nggak pergi ke kantor?" "Tidak hari ini, Sayang. Jam 9 nanti, kita ada janji dengan dokter kandungan untuk memeriksa Little Zi, oke? Minggu de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN