Zio menatap gadis yang tertidur pulas di sampingnya dengan tubuh polos yang tertutup selimut sebatas d**a dan menampilkan bahu polosnya. Zio mengumpat pelan. Apa yang mereka lakukan semalam? Zio menatap Raya yang tertidur pulas di sampingnya. Tidak ada wajah marah ataupun kecewa saat mereka melakukannya semalaman. Tatapan Zio turun ke leher gadis itu, banyak tanda kepemilikan yang Zio buat selamalam. Namun bukan itu yang menarik perhatiannya. Melainkan kalung yang ada di sana. Zio menatap sebuah kalung yang terasa familiar namun ia tidak mengingatnya sama sekali. "Karena saya peduli sama kamu. Saya pernah bilang kan kalo kamu nggak sendiri? Ada saya, Raya. Saya akan menjaga kamu mulai sekarang. Saya sayang sama kamu." "Aku maunya nikah sama kamu, makanya aku mau nunggu kamu aja." "Aku

