"Entah, tapi untukmu, aku akan membuktikan kalau aku sungguh- sungguh mencintaimu." Marina menghela nafasnya lalu mengangguk "Baiklah, aku akan lihat, seperti apa kesungguhan kamu." Calvin memekik tak percaya "Sungguh?!" Marina mengangguk. "Oh, Good. Terimakasih!" Calvin hampir memeluk Marina, namun tangannya hanya mengambang di udara, saat dia melihat tatapan tajam dari Marina. "Dengar Tuan Calvin, aku adalah wanita penganut paham kolot, tidak ada hubungan intim sebelum menikah, jadi meski kau adalah kekasihku, aku tetap tidak akan mau kau sentuh, apalagi baru sekedar pembuktian, yang aku sendiri tak yakin kebenaran cintamu itu." Calvin tersenyum masam "Tak masalah, hidupku bukan hanya tentang sekss." meski Calvin tak yakin, sampai kapan dia mampu manahan dirinya, terlebih akhir- ak

