Belenggu 80

2410 Kata

Ponsel berbunyi di atas meja nakas membuat Lizzie segera bergegas mengambil benda itu. Lizzie memejamkan kedua matanya, lalu mengembuskan nafas kasar begitu tahu ibunya yang menelpon. Lizzie berpikir Rossie yang menelpon untuk memberi info apapun tentang rencana yang sudah mereka sepakati. Gadis itu sudah masuk ke rumah Materson selama 24 jam dan belum ada pergerakan dari Rossie, membuat Lizzie kesal dan uring-uringan di dalam kamarnya. Sekali lagi Lizzie menghentakkan nafas kasar pertanda ia sangat kecewa. Ia kemudian menerima panggilan telepon ibunya. “Halo, Mom.” sapa Lizzie sembari membawa langkahnya keluar dari kamarnya. “Bagaimana? Kenapa belum ada kabar sampai sekarang Lizzie?” tanya Safanaz di ujung telepon. Wanita itu sudah mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu Lizzie menjempu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN