Belenggu 78

1301 Kata

Seorang gadis berusia dua puluh lima tahunan menenteng tas turun dari taksi yang mengantarnya ke kediaman Materson. Setelah membayar uang taksi gadis itu mendongak memandang rumah besar berpagar tinggi di depannya. Rumah. Ia berdecak kagum pada bangunan mewah itu, masih belum percaya dari sekian banyak suster yang menjalani pelatihan di yayasan, ia yang terpilih bekerja di rumah besar ini. Gadis itu memperbaiki tag name yang melekat di seragam bagian d**a kirinya, ia berjalan mendekati pilar dan mengulurkan tangan untuk menekan bel yang terpasang di pilar. Namun, sebelum tangannya menekan benda itu sebuah tangan memeluknya dari belakang sembari menodongkan pistol di samping perut gadis itu. “Jangan takut, aku tidak akan melukaimu selama kau diam dan ikut denganku.” Wanita itu berbisik di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN