Di depan pintu UGD Negan gelisah menunggu kabar dari dokter. Darah keruh yang mengalir di kaki Enid terus saja teringat olehnya. Pikiran dan hatinya berkecamuk memikirkan keadaan gadis itu dan bersama bayinya. Meskipun besar keraguan mengenai bayi itu keturunannya dia tetap saja tak tega jika terjadi sesuatu pada bayi tak berdosa itu. Negan terkesiap saat melihat dokter bersama dua tim medis lain keluar dari ruangan UGD, ia segera menghampiri. “Dokter bagaimana keadaan Enid?” tanya Negan, di raut wajahnya jelas terpancar sebuah kecemasan. “Ketuban pecah dan bayi harus segera diangkat dengan tindakan sesar.” ucap dokter menjelaskan. “Keadaan pasien saat ini bisa ditemui?” “Silakan, pasien dalam keadaan sadar.” “Baik dokter, terima kasih.” Negan berjalan masuk ke dalam ruang gawat

