18. Kenyataan

1605 Kata

"Jadi?" Elang mengangkat sebelah alis ke arah sahabatnya yang sejak tadi terdiam. Teriakan gadis itu berhasil memberitahu mereka semua, jika keduanya belum melaksanakan malam pertama pernikahan. "Eleana sedang datang bulan," tutur Erland membuat mereka bernapas lega. Erren menarik sudut bibir, lalu melirik Erland yang tampaknya ingin segera melarikan diri. "Nanti kalau kalian belah duren, mainnya pelan-pelan, Land. Eleana masih perawan. Aku takut karena kau bertahun-tahun menduda, jadi kau sangat bernafsu saat kalian melakukannya." Erland berdecak sebal. Ia mengusapkan wajah Elang yang diduganya tengah membayangkan hal yang tidak-tidak. "Elang!" "Ah, kau tenang saja. Aku tidak membayangkan istrimu, Land! Aku hanya sedang membayangkan malam pertamaku dengan tetangga jandaku," jelasn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN