Adzan subuh berkumandang, Zavir mencoba membuka matanya yang terasa sangat berat, rasanya masih mengantuk, tapi dia tetap berusaha untuk bangun dari tidurnya menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan sholat. Setelah selesai sholat dia masih melihat lea yang masih tertidur pulas, "kalau lagi tidur gini kayak bayi" sambil mengelus dan memandangi wajah lea dari dekat. Kakak tidak menyangka kalau kamu udah jadi istri sah kakak, walaupun kamu masih sering protes, setidaknya kamu masih menurut karena takut dosa. Tapi kakak berharap, secepatnya kamu bisa mencintai kakak juga. agar kamu melakukan tugas sebagai istri dengan sukarela, bukan karena terpaksa. Karena masih merasa mengantuk Zavir ikut tidur kembali.
***
Lea mulai membuka matanya, dan melihat bahwa Zavir sedang memandanginya, sambil menaruh kepalanya di atas tangan. "selamat pagi my wifi" ucap Zavir sambil tersenyum.
Melihat itu lea langsung memasukkan wajahnya kedalam selimut, karena malu melihat Zavir yang sudah bangun terlebih dulu, dan memandangi wajahnya yang baru bangun tidur.
Kamu kenapa Lea? Sambil mencoba menarik selimut yang menutupi wajah lea.
"gak papa kok".
"Kamu mau sarapan apa? Mau makan di lestoran hotel, atau di dalam kamar? ".
"Lea mau mandi dulu" . Terbangun sambil Membuka selimut dan langsung berlari ke kamar mandi.
Melihat itu Zavir tertawa kecil melihat tingkah lucu lea.
Di dalam kamar mandi lea berdecak kesal saat melihat bahwa dia lupa membawa baju ganti. Kemudian lea keluar lagi dari kamar mandi.
"loh udah selesai kalau mandi".
"Lupa bawa baju ganti". Lalu mengambil dres, dan dalaman dari dalam lemari hotel. Dan masuk ke kamar mandi lagi.
Setelah selesai Zavir tanya kembali, "gimana? Mau makan apa, dan di mana?".
" emangnya kita gak pulang ke rumah mama kak?".
"nanti atau besok aja ya" emangnya kamu kenapa pengen cepat pulang ke rumah mama, gak suka di sini?
"suka sih... ya cuman tanya aja ".
"ya hitung aja kita lagi honeymoon, oh ya... Kamu mau honeymoon dimana? Mumpung kamu libur kuliah juga kan, kita bisa pergi honeymoon.
" nanti-nanti aja, belum kefikiran". Oh ya... Kita makan di luar aja ya... Lea pengen jajan makanan di anjungan, boleh kan... Soalnya Lea bosen makanan hotel. Kakak bawa mobil kan?.
Bawa... Yaudah kakak mandi dulu.
"cepetan".
***
Jam menunjukkan pukul 08:15, Ardi sudah sampai di bandara sis al-jufri palu bersama satria. Ardi dan satria berjalan untuk mencari taxi, setelah mendapatkan taxi, dia langsung masuk dan menuju ke alamat rumah lea. Ardi tau alamat lea karena sering berkirim paket dengan Lea maupun Andreas. Setelah sekitar kurang lebih 30 menit, ardi sampai di alamaat yang di tuju.
" sudah sampai kak" ucap sopir taxi.
Oh sudah sampai ya... Berapa? " ucap ardi".
" iye, sudah sampai, 100.000 kak". Sopir tx.
Setelah itu Ardi memberikan uang 100.000, dan keluar dari mobil bersama satria.
"bener ini rumahnya di? " ucap satria.
Melihat nama dan plat nomor di depan pagar rumah itu, "iya bener ini sih kalau di lihat dari alamat yang biasanya di kasih Lea".
" buset... Ini rumah bisa di bilang paling gede dari rumah yang lainya, sambil melihat di sekelilingnya. Emangnya lea anaknya orang kaya ya di? Tanya satria kaget, karena melihat dari penampilan Lea yang selama ini terlihat sederhana seperti teman-temanya yang lain, yang bisa di bilang anak orang yang berada, tapi bukan anak orang kaya.
"gue juga gak tau sih". Ucap ardi bingung karena Lea memang tidak pernah menjelaskan dengan detail tentang keluarganya.
" lo gimana sih, masak sama keluarga pacar sendiri gak tau."
Ya... Udah kita langsung langsung pencet bell aja.
Ting... Tung... Ting... Tung.
Setelah beberapa menit, ada seorang wanita sekitar umur 35.an keluar dari rumah membukakan pintu gerbang.
" Assalamualaikum " ucap Ardi sopan sambil menundukkan kepala.
"Waalaikumsalam.... Mau cari siapa ya?".
" mau tanya, apa ini benar rumahnya Azalea?".
Oh iya... Benar... Masnya ada perlu sama mb Azalea? "mb" adalah nama panggilan lea jika di rumah.
"iya"
Tapi maaf, mb lea gak ada di rumah, dan kalau boleh tau mas nya siapanya mb lea, dan ada perlu apa ya?.
"oh... Saya temanya dari jawa, kalau andreasnya ada?.
Oh... Temanya mb lea dari jawa to" semuanya gak ada di rumah mas, lah emangnya mas gak ngehubungi mb lea dulu kalau mau kesini?.
"oh... Enggak karena saya mau memberi surprise". Kalau boleh tau lea kemana dan kapan pulangnya? ".
Oh... Mb lea ada di hotel swi"******* hotel. Kalau pulangnya saya kurang tau kapan mas. Mas mau masuk duduk dulu, kasihan datang jauh-jauh cuman berdiri di sini.
"oh... Kira-kira hotelnya jauh gak? Dari sini. Gak juga sih mas cuman 20 menitan.
" kalau gitu terimakasih ya".
Sama-sama mas. Tapi masnya kesana mau naik apa? Kalau di sini bisanya cuman pesan ojek atau taxi online.
Setelah itu Ardi memesan taxi online dan selang lima menit taxi online datang. Ardi langsung menuju ke hotel Swiss ******hotel.
Setelah memasuki lobi hotel langsung terkejut melihat banyak poster foto lea dengan pria yang sedang di bereskan. Dan langsung menuju ke ruang resepsionis.
" di... Ternyata bener lea udah nikah, gimana? elo masih tetep mau nemuin lea?. Sambil menyenggol lengan ardi.
Ardi hanya terdiam, lalu bertanya ke ruang resepsionis.
" selamat pagi kak, ada yang bisa di bantu" ucap resepsionis wanita dengan sopan.
" mau tanya ruang kamar atas nama Azalea no berapa ya?".
"maaf kaka, kalau boleh tau kakak ada urusan apa ya dan kakak siapanya?". Agar kita bisa menelepon dan memberitahu nona Azalea terlebih dulu.
"tidak perlu, saya cuman mau tau no kamarnya sya bisa pergi mencari sendiri.
" tapi mohon maaf kak, kami tidak bisa memberikan informasi pelanggan, tanpa persetujuanya. Ucap resepsionis.
" ya sudah kalau gitu".
Setelah itu Ardi menelpon andreas.
tut... Tut...
Andreas : halo.... Dengan suara serak khas bangun tidur.
Ardi : halo... Ndre... Mau tanya no kamar hotel kaka kamu berapa?.
Andreas : ini siapa ya... Dengan mata tertutup.
Ardi : mas ardi, kamu baru bangun tidur ya?
Andreas : ha... Dengan berteriak, matanya langsung kaget, mendengar bahwa ardi menelepon dengan menanyakan nomor kamar hotel kakaknya. Loh... Emangnya mas ardi di mana?.
Ardi : kakak ada di lobi hotel, tadi kerumah kamu, katanya orang rumah kalian ada di hotel.
Andreas tidak menjawab dia langsung berlari menuju kamar kakaknya, yang berjarak beberapa kamar, dengan pakaian yang lusuh.
Ardi : halo.... Halo... Ndre...
***
Ayo kak... Cepetan kalau jalan, lea udah lapar nungguin kakak yang mandinya lama kayak cewek".
Sabar dong... Gandeng dulu tanganya, sambil mengulurkan tangan ke arah lea yang jalan di depanha. kalau gak mau, gak jadi beli nih, ancam Zavir.
"ish... Kayak anak kecil, sambil menggapai tangan Zavir,.
Drett.... Sebentar ada telp. Sambil melepas tangan Zavir.
" siapa ".
" Andreas.
Lea : halo.. Assalamualaikum ada apa dek?
Andreas : halo.. Waalaikumsalam, mb lea ada di mana sih. Kamarnya di ketok-ketok gak di buka. Ini.... Ada urgent
Lea : mb lea ada di bawah menuju lobi, mau beli makanan sama kak Zavir, emangnya ada urgen apa?.
Andreas : ha.... Mb lea ada di lobi hotel. Mb... Mas ardi kesini..... Mb... Mb... Mb le...
Tidak ada jawaban..
Tiba-tiba lea menghentikan langkahnya, terdiam dengan hp yang masih di dekat telinganya. Melihat sosok laki-laki yang di cintainya berdiri dari tempat duduknya, bersama sahabatnya dengan membawa ransel dan sekotak kue di tanganya, yang berjalan mendekatinya.
Le... Kamu kenapa berhenti, ayo... Katanya laper " ucap Zavir yang bingung melihat lea yang tiba-tiba menghentikan langkahnya, dan terdiam dengan menatap ke arah depan.
" halo le" ucap ardi sambil tersenyum yang sudah berada di depan lea dan Zavir.
Mendengar ada yang menyapa istrinya zavir langsung menoleh ke arah suara itu. "kamu siapa?".
" ha-lo... Dengan nada terbata-bata.
Ardi hanya tersenyum...
Satria terdiam sambil menatap lea dan ardi bergantian dan di buat bingung dengan sikap sahabatnya itu.
" dia siapa le? " tanya Zavir penasaran.
" dia... "
" saya ardi, temanya lea dari jawa, sambil mengulurkan tanganya ke arah Zavir.
" oh... Saya Zavir suaminya lea, ucap Zavir yang membalas uluran tangan Ardi.
Melihat sikap ardi dan Zavir membuat lea bingung. Setelah bersalaman lama... Lea langsung membuat mereka melepaskan jabatan tangan.
" Mas Ardi kapan datang? Dan... Kok tidak ngabarin lea dulu?.
" baru sampai jam 8 tadi, kalau ngabarin dulu, bukan surprise dong namanya". Ucap ardi tersenyum.
Pagi sekali, pasti naik penerbangan pertama ya! Kalian Udah sarapan apa belum?.
Melihat tatapan ardi dan lea yang berbeda membuat Zavir bertanya-tanya siapa laki-laki ini? Kenapa sikap lea sangat berbeda denganya? Apa dia...
Aduh... Le... Kita lapar banget belum makan dari bandara langsung ke rumah kamu, setelah tahu kamu tidak di rumah langsung kesini. Ucap satria untuk memecahkan suasana yang tegang.
Kalau gitu.... Ayo Kita makan di lestoran hotel aja ya...
Loh le... Katanya tadi mau makan di anjungan".
" di lestoran aja, kasihan mereka udah lapar, kalau ke anjugan kelamaan dan di sana juga pasti sangat ramai. Berhubung ini hari minggu.
" Ayo mas".... Ajak lea sambil melangkah pergi menuju lestoran hotel.
Melihat sikap lea yang berbeda, membuat fikiran Zavir tidak tenang. Dia merasa bahwa laki-laki itu bukan teman biasa. "Apa dia kekasih Lea?. Tanya Zavir dalam hati.
Melihat Zavir yang terdiam dan tidak bergerak dari tempatnya." Kak... Ayo" teriak lea dari kejauhan.
Mendengar lea memanggilnya, Zavir terbangun dari lamunanya, dan melihat ternyata lea sudah berjalan jauh di depanya. Seketika Zavir lari kecil menuju temlat lea berada.