intan mendengar suara jam bekcernya ketika ia setel jam setengah enam pagi, matanya masih merem mencoba mencari keberadaan jam bekcernya
"duh masih ngantuk gua, elo udah berisik, intan memaki jam bekcernya yang mengganggu jam tidur nya. masih dalam keadaan ngantuk intan melanjutkan tidur tiba-tiba pintu kamarnya diketok
tok... tok.. tokkk, ketiga kali ketukan cukup membuat terbangun ketika baru saja hendak melanjutkan tidur nya. dengan malasnya intan membuka pintu kamar nya dan menguap "hoaam ahh.
" bau tau, ledek kakak intan sambil menutup mulutnya.
"ih apaan sih kak aldo jahat, rengek intan yang tiba-tiba diledek abangnya.
" sudah sana buruan mandi, gua ga mau nunggu lama entar gue tinggal tau rasa, aldo mencoba mengerjai adeknya biar ga malas malasan bangun pagi.
" lah ko gitu sih, aku masih ngantuk tau rengek intan
aldo mengacak rambut intan hingga berantakan, "cepat mandi atau elo naik ojek..
" ya ideh iya, jawab intan sambil merapikan rambutnya yang dibikin kusut aldo. setelah aldo pergi dari kamar nya intan dengan rasa malasnya menuju kamar mandi.
papa dan mama intan dan abangnya sedang menunggu intan dimeja makan karena intan tak kunjung muncul. wanita bernama talita itu berteriak memanggil intan yang kelamaan dikamar.
intaan... intaaan buruan cepat turun udah keburu siang, hardik wanita separuh baya itu.
"ya maa, ini mau turun, intan membuka pintu kamar berlari ke bawah hampir terjatuh saking buru buru nya. intan beruntung masih bisa menstabilkan keadaannya. dan menuju meja makan.
" kamu ngapain sih kelamaan dikamar, tanya papa intan lagi sedang mengunyah roti bakarnya.
" cuma siapin buku pelajaran aja ko pa,, jawab intan manyun.
" palingan tidur tidurran sahul aldo sambil cengesan,
" dih kak aldo nyebelin tau, sungut intan
"udah udah jangan ribut, karena sekarang sudah waktunya kita sibuk urusan masing-masing. karena sudah mengerti maksud papanya intan dan aldo berangkat sekolah setelah berpamitan pada kedua orang tuanya.
intan berjalan menuju gerbang sekolahnya saat hendak masuk tangan intan ditarik oleh rangga. cowok yang selalu tergila-gila pada intan tak pernah kenal menyerah mengejar intan meski jatuh berkali-kali tetap bangkit dan tak kenal menyerah.
" lo apaan sih narik gua segala mau apa elo hah, intan memasang wajah kesal
" jangan marah marah dong intan gue mau ngomong sama elo,
"bukanya udah jelas, gua ga suka cowok kaya elo setidaknya elo sadar dirilah, intan marahnya mulai memuncak karena tidak suka diganggu oleh fak boy kaya rangga.
rangga tak Terima diejek intan. cowok berambut poni sedang itu menghepas kan intan ke dinding dan mengungci intan sehingga intan merasa sesak, Tiba-tiba guntur menendang rangga yang sedang terpesona dengan kecantikan intan. rangga tersungkur sambil meraba raba perutnya kesakitan,
" elo ga liat gua mau lewat malah sibuk cium ciuman, kata guntur asal
" hey elo jangan asal ngomong dong, siapa juga mau cium cowok mesuk kayak dia? intan menunjuk rangga yang masih mengerang kesakitan.
guntur tak menjawab dan pegi begitu saja tampa peduli dengan intan dan rangga, intan menyeringai pada rangga dan mengejar guntur yang yang barusan buat dia jengkel, karena ada yang merasa ada yang mengikuti nya guntur berhenti.
" ada apa lagi hah, guntur menatap intan kasar,
"gua ga Terima elo, bilang tadi cepat tarik kata elo tadi, jawab intan kesal
" dasar tak tau Terima kasih, ada baiknya gue biarin aja elo jadi santapan anjing tadi, guntur membuang muka dan pergi.
intan hanya terdiam saat guntur mengatakan hal sangat menyakitkan baginya. intan sebaiknya bersyukur malah ngomel ngomel ga jelas pada guntur.