menyelamatkan intan

406 Kata
guntur mengendarai motor mogenya cukup kencang, saat berkendara cowok yang memakai jacket hitam berlogo naga itu melihat intan yang dihadang sekumpulan preman. intan meminta tolong tapi ga bisa salah satu preman itu menutup mulut intan dengan bius hingga pingsan. ketika hendak memasukkan intan kedalam mobil guntur menabrak sekumpulan preman itu. '' kurang ajar, siapa kau beraninya menabrak kami? tanya ke tua geng itu sambil menunjuk guntur. " kalian bosan hidup kah, guntur mengambil pedangnya dan membuka dari sarungnya. " bocah sialan, serang dia Baron memerintah anak buahnya untuk menyerang. .. maka terjadilah satu lawan sepuluh preman. anak buah Baron cukup tangguh untuk dihadapi guntur karena semuanya juga memiliki senjata kuat. guntur tak mau buang buang waktu hanya lima menit semua musuh tumbah terluka kena tebasan pedang katana milik guntur. cowok ahli pedang katana itu membawa intan ketempat yang aman. tak lama kemudian intan sadar kaget ada guntur yang sedang memandang nya. " apa yang kamu lakukan pada ku, intan melihat anggota tubuh nya masih aman tidak terjadi pemerkosaan terhadap nya. " kamu memang orang yang tak tau balas budi, guntur selalu menyindir intan dengan kalimat yang sama ketika intan ngoceh, " jadi, elo yang selamat kan gua tadi, jawab intan gugup. " sekarang gua antar elo pulang atau elo pulang sendiri, tanya guntur dengan tatapan dingin. " jadi kamu ngusir aku ceritanya, ledek intan " aku tak mengulang kalimat ku buruan jawab, " apa aku ga ingat kepala ku sakit jawab intan dengan pura-pura. guntur mendekati intan menatap sedekat mungkin sehingga hidup mereka hampir beradu, " ya sudah kalau kamu ga bisa jawab. saat berargumen dengan intan ponsel pipih milih guntur berbunyi saat mengambil ponsel cowok tampan itu menatap sekilas pada intan dan mengangkat telpon nya. " halo ray, ada apa? tanya guntur santai " lo dimana sekarang g*n, kami menunggu mu di sini, tanya rayyan balik disebrang sana. " sori banget ray, gua baru saja dikejar geng motor tadi, jawab guntur asal " geng motor yang mana yang elo maksud, tanya Rayyan dengan serius? "geng motor Panzer, apa kamu ingat? " bukan kah mereka itu saudara dengan black shadow, sepertinya kamu sedang habis bertarung ada baiknya kamu ga usah datang dulu, "baik ray kalau gitu aku tutup telponya. Guntur menutup telpon nya. intan cuma melongo saja masih tak mengerti dengan apa yang guntur bahas tadi dengan Rayyan. tak bisa menahan rasa penasaran intan hendak bertanya Tiba-tiba perutnya bunyi, " duh sial gumam intan dalam hati
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN